November 24, 2021 admin

Video Safety Induction K3: PROSEDUR WEWENANG MENGHENTIKAN PEKERJAAN

safety video, safety sign, safety poster, safety handbook, safety stiker, label LB3, stiker label B3, tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu

Prosedur Wewenang Menghentikan Pekerjaan

Wewenang menghentikan pekerjaan atau Stop Work Authority (SWA) menciptakan tanggung jawab dan wewenang untuk menghentikan pekerjaan apabila ada tindakan atau kondisi tidak aman yang dapat menyebabkan event yang tidak diinginkan.

Secara umum proses SWA melibatkan pendekatan stop, notifkasi, koreksi dan lanjutkan untuk mendapatkan ketetapan.

Tugas dan Tanggung Jawab

  • Leadership senior : Menegakkan ekspektasi dan akuntabilitas yang jelas dan menciptakan budaya yang dibutuhkan untuk mendukung SWA.Menjadi teladan dalam perilaku SWA dan memastikan terdapat dukungan,bukannya tindakan balasan.
  • Line supervisor : menciptakan budaya dimana SWA dilakukan secara bebas,menghormati permintaan SWA, menyelesaikan permasalahan yang ada sebelum melanjutkan operasi dan menciptakan partisipasi aktif
  • Karyawan Perusahaan dan kontraktor : melakukan stop work dan mendukung aktifitas SWA oleh pekerja lain
  • Departemen HSE / K3 :    Pelatihan, dokumentasi, mematuhi   dan mendukung program SWA

tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu

Situasi yang menyebabkan dilakukannya SWA

  • Kondisi tidak aman
  • Terjadi kecelakaan
  • Situasi darurat
  • Bunyi Alarm
  • Perubahan Kondisi
  • Perubahan lingkup pekerjaan
  • Perubahan rencana pekerjaan setiap saat jika seseorang merasa ada resiko terhadap pekerja, lingkungan atau peralatan.

tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu

Bagaimana Cara Menghentikan Pekerjaan

  1. Ketika seseorang merasa menemukan tindakan/ kondisi tidak aman, error, kelalaian atau kekurang pahaman yang dapat menimbulkan peristiwa yang tidak diinginkan, orang tersebut harus segera melakukan penghentian pekerjaan terhadap orang yang terkena potensi resiko.
  2. Jika orang yang terkena dampak resiko tersebut tidak terancam resiko langsung (immediate risk), dan supervisornya ada di tempat, tindakan stop work harus dikoordinasikan melalui supervisor. Tapi jika supervisor tidak ada di tempat atau orang yang terkena dampak resiko tersebut terancam resiko langsung (immediate risk), tindakan stop work harus segera dilakukan kepada orang yang terkena resiko tersebut.
  3. Tindakan stop work harus dilakukan secara positif dimulai dengan mengenalkan diri anda dan memulai pembicaraan dengan “Saya menggunakan wewenang menghentikan pekerjaan saya karena….” Menggunakan kalimat ini akan menjelaskan maksud pengguna wewenang SWA dan menciptakan ekspektasi yang tepat.
  4. Segera beritahu pekerja yang terkena dampak dan supervisornya akan masalah stop work. Jika diperlukan hentikan aktifitas yang terkait dengan pekerjaan tersebut, ungsikan pekerja dari area, stabilkan situasi dan amankan area sebisa mungkin.
  5. Pihak yang terkena dampak harus mendiskusikan dan mendapatkan persetujuan akan masalah stop work.
  6. Jika ditentukan dan disetujui bahwa pekerjaan/ operasi bisa dilanjutkan (yaitu orang yang melakukan stop work tidak menyadari adanya prosedur atau fakta tertentu), pihak yang pekerjaannya dihentikan sebaiknya berterima kasih kepada orang yang melakukan stop work atas perhatiannya, dan kemudian melanjutkan pekerjaan.
  7. Jika ditentukan dan disetujui bahwa issue stop work itu valid, maka seluruh upaya harus dilakukan untuk menyelesaikan issue tersebut, sampai pihak yang terkena dampak resiko setuju untuk kembali memulai pekerjaan.
  8. Jika permasalahan stop work tidak bisa segera diselesaikan, pekerjaan harus dihentikan sampai ketetapan yang tepat dicapai.Jika ada perbedaan opini mengenai validitas issue Stop Work, atau tentang cukup tidaknya tindakan penanganan issue ini, orang yang berwenang di lokasi harus membuat keputusan final. Detail dari perbedaan opini dan tindakan penanganan harus didokumentasikan dalam laporan.
  9. Umpan balik positif harus diberikan kepada pekerja yang terkena dampak resiko mengenai ketetapan dari issue stop work. Tidak boleh ada tindakan hukuman kepada orang yang menggunakan SWA.

tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu

tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi, induksi karyawan, video induksi tamu tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety

Jika membutuhkan safety video, video safety induction, video k3, video induksi safety sign, safety poster, safety handbook, safety stiker, label LB3, stiker label B3, tag LOTO dan media kampanye HSE lainnya, silahkan email ke info@andromeda.id. induksi, induksi karyawan, video induksi tamu
Jika membutuhkan safety video, safety sign, safety poster, safety handbook, safety stiker, label LB3, stiker label B3, tag LOTO dan media kampanye HSE lainnya, silahkan email ke info@andromeda.id.

, , , , , , , , , , , , , ,
Show Buttons
Hide Buttons